Kegunaan Relative Streng Index
Relative Streng Index atau RSI biasa digunakan untuk melihat tingkat kejenuhan suatu market, normal nya pada saat market dengan trend yang berlanjut RSI hanya akan bergerak pada angka 30-70 kemudian jika RSI bergaerak ke atas bisa di pasatikan market sedang bergerak naik, dan sebaliknya.
RSI juga bisa digunakan untuk menentukan tempat yang tepat untuk melakukan pembelian atau penjualan jika di kombinasikan dengan Moving Average Exponential, tentu saja dengan menganalisa pergerakan market terlebih dahulu, mungkin disini saya akan memberikan beberapa contoh yang dapat dijadikan referensi untuk menentukan tempat yang tepat untuk melakukan pembelian dan penjualan.
1. Mengambil posisi yang tepat untuk melakukan pembelian.
Dalam posisi bullish market atau market sedang mengalami kenaikan, biasanya Trader/Investor akan kebingungan mengambil posisi untuk ikut membeli karena takut harga akan turun kembali saat melakukan pembelian oleh karena itu disini saya contohkan dengan gambaran market yang sehat ketika Anda ingin membeli saat market sedang berada pada posisi Bullish.
Di dalam gambar tersebut terlihat perubahan trend yang awalnya Sideways kemudian menjadi Bullish, disana juga terlihat bahwa EMA saling bersinggungan dan membentuk Golden Cross dan didukung RSI yang masih berada di level Sideways dan Ini bisa di pastikan bahwa Bullish akan terus berlanjut, umumnya RSI ketika awal bullish hanya akan mentok sampai angka 70 kemudian disusul dengan sedikit koreksi, kemudian disusul dengan kenaikan yang lebih tinggi dari sebelumnya sampai menyentuh angka 80-90 (Overbought) tentu saja bukan hanya RSI yang dilihat tetapi juga dengan Candle, Volume, dan EMA.
Dalam situasi ini kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian? Oke langsung saja ke intinya, Jadi saat market sedang mengalami perubahan trend (Trend Reversal) dari Sideways ke Bullish, pasti ada yang namanya koreksi untuk turun, nah disaat itulah kita bisa mengambil posisi untuk ikut membeli, disaat yang bagaimana? Oke akan saya berikan contohnya.
Dari gambar diatas bisa dilihat bahwa market sedang dalam Bullish Trend, Nah disana terlihat ada beberapa penurunan kemudian lanjut naik lagi, dari sini bisa dilihat bahwa market tidak selalu naik walaupun dalam keadaan Bullish Trend, selalu ada koreksi.
Disaat koreksi lah kita bisa ikut membeli atau mengambil posisi pembelian, adapun batas-batas untuk melihat posisi terendah saat market mengalami koreksi seperti gambar diatas, nomor 1 menunjukkan market mengalami sedikit koreksi yang di tunjukkan dengan Candle yang mengalami pullback (kembali menyentuh EMA atau Support Sementara) yang berada pada EMA 21 kemudian di support dengan RSI yang sudah memasuki angka 70 yang berarti market masih berada pada posisi bullish berlanjut kemudian nomor 2 bisa dikatakan sama ya, lanjut ke nomor 3 disana terlihat Candle sedang berada di antara EMA 21 dengan EMA 60 yang berarti Market sedang retest atau uji coba support yang kuat di EMA 60 dan RSI masih sanggup bertahan di antara 30-70 yang berarti trend yang masih berlanjut.
Oke dalam posisi seperti ini di harapkan Trader atau Investor untuk bersabar menunggu koreksi, posisi yang tepat untuk melakukan pembelian ketika ketinggalan harga yaitu pada saat pullback bisa menunggu di EMA 21 atau dan untuk jaga" Anda bisa menggunakan EMA 60 sebagai patokan harga terendah ketika market Bullish, karena ketika RSI berada pada angka diatas 80 Market akan mengalami kejenuhan yang bisa mengakibatkan koreksi atau bahakan pembalikan Trend (Trend Reversal).
2. Waktu yang tepat untuk melakukan penjualan.
Dalam posisi bullish market biasa nya orang-orang akan di dengarkan berita-berita bagus tentang produk yang dijual di market (good news) pada saat itu lah para bandar atau pemain besar yang berada di market pada berjualan produk, kita bisa menganalisa market dengan menggunakan teknikal dasar seperti menggunakan EMA dan RSI ini.
Kapan sebaiknya melakukan penjualan ketika menggunakan Teeknikal Analisis dengan EMA dan RSI? Akan saya berikan contoh dengan gambaran berikut.
Ini adalah gambaran chart bitcoin pada akhir tahun 2017 dimana pada saat itu banyak berita baik tentang Bitcoin dan akhirnya jatuh sampai -93% dari All Time High pada saat itu, dari sini bisa kita simpulkan bahwa market akan selalu ada yang namanya koreksi dan semua Indikator akan kembali ke keadaan normal, pada gambar ini dapat dilihat bahwa Candle bullsih penuh yang berada jauh di atas EMA 21 dengan RSI yang memaksakan naik sampai angka 97 ini menunjukkan market dalam keadaan tidak baik yang di tandai RSI yang sudah (Overbought) bahkan bisa disebut dengan Bubble.
Cara Penerapan
Sebelum RSI sampai ke angka 90 atau lebih sebaiknya Anda bersiap mengambil posisi jual, karena ketika market sedang seperti ini, para pemain besar akan bermain secara halus seperti menjual sedikit demi sedikit agar tidak langsung memperngaruhi harga dan memainkan berita bagus untuk market sehingga banyak yang tertarik dengan produk tersebut, kapan mereka memainkan permainan mereka? Bisa dilihat pada saat pecah Bubble harga hanya turun sampai ke EMA 21? Menurut para Analyst, saya juga demikian ya menganggap bahwa EMA 21 adalah support harga sementara, dan disitu para pemain besar memainkan peran mereka untuk menyebarkan berita bagus tentang produk misalnya, tatapi Indikator tidak pernah berbohong karena saat market mengalami Bubble walaupun harga kembali naik market akan mengalami penurunan yang berkepanjangan sampai menyentuh harga terendah.
Harga terendah bisa dilihat pada Timeframe yang lebih jauh, misalkan kita menggunakan Timeframe harian kita bisa melihat harga terendah pada Timeframe mingguan, harga terendah ketika market Bubble adalah harga Tertinggi sebelumnya di Timeframe mingguan, seperti contoh berikut :
Bisa dilihat dari gambar di atas bahwa harga tertinggi sebelumnya selalu menjadi support untuk harga terendah setelahnya, disini kita dapat menyimpulkan bahwa harga tertinggi sebelumnya adalah batas terendah untuk harga tertinggi pada saat harga mengambil posisi tertinggi yang baru atau breakout All Time High pada saat bullrun.
Dari penjelasan diatas kombinasi EMA dan RSI bisa tepat sasaran jika dianalisa dengan baik, adapun teknik lain untuk menyempurakan Teknikal Analisis walaupun hanya menggunakan EMA dan RSI, yaitu dengan menambahkan Teknik Berupa pemahaman Pola atau biasa disebut Chart Pattern.
Chart Pattern sangat bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat untuk mengambil posisi menjual atau membeli, sebenarnya Chart Pattern sendiri tidak terlalu membutuhkan Indikator karena Teknik ini digunnakan untuk Trader atau Investor dalam jangka panjang (Long-term). Sedangkan Indikator sangat baik jika digunakan untuk perdagangan dalam jangka pendek atau menengah (Short-term/Mid-term).
Long : 6 Bulan - 1 Tahun atau Lebih
Mid : 2 bulan - 6 Bulan
Short : 1 Minggu - 2 Bulan
Untuk penjelasan tentang Chart Pattern mungkin akan saya sambung di artikel berikutnya, jika semua materi sudah terpublish InshaAllah akan saya buatkan video penerapan untuk semua materi yang saya sampaikan pada blog ini. Jika Anda belum paham apa yang saya sampaikan atau ingin belajar lebih jauh tendang materi ini bisa hubungi saya melalui sosial media atau kontak yang tersedia di RQPEDIA.
Jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar yang tersedia di bawah, dimohon untuk berkomentar dengan baik karena komentar/kata-kata anda mencerminkan kepribadian Anda. Terimakasih.
Rate This Article
Thanks for reading: Kombinasi EMA dan RSI dalam Teknikal Analisis, Stay tune to get latest Information.



