Belajar Menganalisa Pasar Menggunakan Teknikal Analisis

Teknikal Analisis adalah teknik yang digunakan untuk menganalisa harga dengan menggunakan rekaman atau histori harga,teknik ini juga sering digunakan

Menganalisa Menggunakan Teknikal Analisis

Ada banyak cara untuk menganalisa suatu harga, salah satunya adalah dengan menggunakan Teknikal Analisis.

Teknikal Analisis adalah teknik yang digunakan untuk menganalisa harga dengan menggunakan rekaman atau histori harga,teknik ini juga sering digunakan untuk memprediksi harga akan naik atau turun untuk beberapa waktu kedepan, Teknikal Analisis membutuhkan platform untuk melihat histori harga dalam beberapa waktu ke belakang.


Disini kita sedang menganalisa pergerakan harga Bitcoin, kita menggunakan Tradingview sebagai platform untuk melihat histori harga Bitcoin. Seperti yang Anda lihat, jika kita hanya melihat gambaran seperti ini kita hanya akan bingung untuk menentukan arah harga akan naik atau turun, oleh sebab itu kita membutuhkan Indikator pendukung untuk memastikan arah pergerakan harga.

Ada banyak Indikator yang bisa digunakan untuk menganalisa pergerakan harga seperti Moving Average, Relative Streng Index, MACD, dll, tetapi kita disini hanya akan membahas tentang analisa harga menggunakan Moving Average Exponential.

Mungkin dilain kesempatan saya akan menjelaskan semua penggunaan Indikator seperti EMA, MACD, RSI, bahakan kita akan membahas Chart Pattern atau Pola yang dapat digunakan untuk menganalisa harga dengan rentang waktu yang sangat panjang.

Cara Menggunakan Indikator

Bagaimana cara menggunakan Indikator Moving Average Exponential untuk bisa menganalisa harga?

Memasang Indikator

Kita pasang dulu Indikatornya, saya disini memberikan contuk menggunakan 2 Indikator EMA.

Setting Indikator

Kemudian kita ganti input Length menjadi 21 dan 34, kemudian source close (harga ditutup).

Menganalisa

Setelah terpasang bagaimana selanjutnya? Oke kita dapat lihat bersama pergerakan EMA 21 lebih cepat dibanding dengan EMA 34 dan jarank dengan candle pun lumayan jauh.

Menganalisa Kondisi Market

Lalu bagaimana memprediksi dan menganalisanya? Ada beberapa kondisi untuk menentukan trend harga menggunakan EMA 21 dan EMA 34.

Bullish Market

Yang pertama adalah EMA 21 berada diatas EMA 34 dengan Candle yang berada di atas kedua garis EMA seperti gambar berikut :

Dalam kondisi seperti ini bisa dipastikan trend harga naik dan akan terus naik sampai pasar terasa jenuh.

Bearish Market

Yang kedua adalah kondisi dima EMA 21 berada dibawah EMA 34 dengan Candle yang berada di bawah kedua garis EMA seperti gambar berikut :

Dalam kondisi seperti ini maka harga akan terus turun sampai pasar terasa jenuh.

Consolidation

ada kondisi dimana EMA 21 berada di atas EMA 34 dengan Candle berada di bawah EMA 21 seperti gambar berikut :

Dalam kondisi seperti ini pergerakan harga akan mengalami Sideways (jalan ditempat) di range Support dan Resistance untuk beberapa waktu, atau ini bisa disebut dengan koreksi bullish.

Death Cross

ada kondisi dimana EMA 21 berada di atas EMA 34 dengan Candle berada di bawah EMA 34 seperti gambar berikut :

Dalam kondisi seperti ini harga biasanya akan Sideways dan mencoba untuk testing Support apakah kuat atau tidak menahan harga tetap naik atau bahkan bisa menjadi tanda perubahan trend (Trend Reversal) dari Trend Bullish menjadi Trend Bearish.

Golden Cross

Kemudian ada kondisi dimana EMA 21 berada di bawah EMA 34 dengan Candle berada di atas kedua garis EMA seperti gambar berikut :

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga biasanya akan Sideways di range Support dan Resistance, pergerakan seperti ini juga dapat memicu perubahan trend (Trend Reversal) dari Trend Bearish menjadi Trend Bullish.

Mungkin sampai disini cukup paham ya menganalisa pergerakan harga menggunakan Moving Average Exponential (EMA) tetapi mungkin Anda belum paham kapan dan dan apa tanda-tanda perubahan Trend supaya kita bisa menentukan posisi dimana kita dapat melakukan Beli dan Jual. Oke akan saya jelaskan sedikit waktu yang tepat untuk melakukan pembelian dan penjualan menggunakan Indikator EMA.

Yang pertama kapan kita sebaiknya melakukan pembelian? Ada yang namanya Trend Reversal atau perubahan Trend bisa itu Bullish menjadi Bearish atau sebaliknya, tetapi karena kita membahas kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian maka kita akan menggunakan Trend Reversal dari Bearish menjadi Bullish, apa tanda-tanda Trend Reversal?

Tanda perubahan trend biasanya di awali dengan pergerakan Candle yang membreak atau memotong garis EMA dari bawah ke atas (naik) kemudian disusul dengan bersinggunannya antara EMA 21 yang sebelumnya berada di bawah EMA 34 sehingga menjadi Golden Cross dan selanjutnya diikuti dengan pergerakan Candle yang berada di atas EMA 21 seperti contoh berikut :

Dari contoh diatas kita lihat pergerakan harga yang sebelumnya berada dibawah EMA 21 kemudian memotong kedua garis EMA dan disusul dengan bersinggungannya EMA 21 dengan 34 dan terjadilah Golden Cross (Bersinggunannya antara EMA 21 dengan EMA 34), setelah itu harga terus naik sampai pasar terasa jenuh.

Selanjutnya kapan waktu yang tepat untuk melakukan penjualan agar mendapat keuntungan yang maksimal? Oke ini mungkin kebalikan dari waktu yang tepat untuk melakukan pembelian hanya saja ada yang namanya Death Cross atau kebalikan dari Golden Cross, dan waktu yang tepat untuk melakukan penjualan adalah sebelum terjadinya Death Cross, kapan? Sebenarnya ini bisa di lihat kapan terjadinya Death Cross atau Golden Cross dengan menggunakan Indikator tambahan yaitu Relative Streng Index (RSI), tetapi kita tidak membahasnya sekarang mungkin dilain kesempatan kita akan membahas RSI.

Simpulan

Jadi, EMA mungkin dapat berguna untuk menganalisa Trend Harga, walaupun kurang maksimal untuk melakukan pembelian atau penjualan karena kita membutuhkan Indikator lain untuk menentukan waktu yang tepat, tetapi dengan EMA kita juga dapat menggunakannya untuk melekukan pembelian atau penjualan jika sudah melihat tanda-tanda perubahan trend (Trend Reversal).

Mungkin sekian pembahasan materi tentang Moving Average Exponential (EMA) yang dapat saya berikan, Saya akui ada kesalahan di gambar dan di artikel karena di gambar sebenarnya saya menggunakan EMA 21 dan EMA 60 tetapi kenapa saya menulisnya menggunakan EMA 21 dan 34? ya karena waktu saya mengambil screenshot saya kurang detail, saya mohon maaf karena kesalahan ini, tetapi anda bisa mempraktikkan nya sendiri dengan mengubah settingan EMA 34 menjadi EMA 60.

Next artikel kita akan membahas tentang Relative Streng Index untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual, silahkan tinggalkan komentar atau ikuti Page Facebook kami RQPEDIA untuk mendapatkan Update lanjutan tentang materi Teknikal Analisis anti sangkut dari RQPEDIA.

Rate This Article

Thanks for reading: Belajar Menganalisa Pasar Menggunakan Teknikal Analisis, Stay tune to get latest Information.

Getting Info...

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak, karena komentar Anda mencerminkan kepribadian Anda.
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.